pendidikanpelajar.com
| |

Mahatma Gandhi meracik nasionalisme dengan mengawinkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti kesetaraan, demokrasi, dan hak-hak asasi manusia. Karena berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, maka nasionalisme Gandhi tidak memperkenankan eksploitasi dan penindasan, baik sesama manusia maupun antar bangsa. Hal ini dapat dilihat sikap Gandhi yang berani mengkritik kapitalisme gagasannya dikenal dengan ….

Mahatma Gandhi meracik nasionalisme dengan mengawinkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti kesetaraan, demokrasi, dan hak-hak asasi manusia. Karena berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, maka nasionalisme Gandhi tidak memperkenankan eksploitasi dan penindasan, baik sesama manusia maupun antar bangsa. Hal ini dapat dilihat sikap Gandhi yang berani mengkritik kapitalisme gagasannya dikenal dengan ….

a. Sarvodaya
b. Nasionalisme Humanistis
c. Ahimsa
d. Satyagraha
e. Swadesi

Pembahasan:

Mahatma Gandhi merupakan aktivis gerakan kemerdekaan India. Gandhi memiliki ajaran-ajaran tentang nasionalisme India. Salah satunya adalah mengutamakan mengalahkan lawan (penjajah) dengan tidak menggunakan kekerasan fisik, tetap dengan kekuatan batin yang disebut Ahimsa. Ajaran Gandhi yang lainnya: yaitu Satyagraha, Hartal, dan Swadesi. Satyagraha, yaitu gerakan untuk tidak bekerja sama (non kooperatif) dengan kaum penjajah (Inggris). Hartal, yaitu pemogokan atau perlawanan melalui gerakan tidak berbuat apa-apa. Swadesi, yaitu gerakan untuk mempergunakan produksi sendiri, tidak menggantungkan pada produksi bangsa lain. Sikap Gandhi yang berani mengkritik kapitalisme dikenal dengan nasionalisme humanistis, yaitu suatu gagasan yang memiliki kecenderungan untuk “memisahkan” bangsa lain dari bangsa sendiri.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *